TEXT
PENILAIAN RESIKO OPERASIOAL PENYEBAB KETERLAMBATAN PROYEK REPARASI KAPAL KM CARGO PADA GALANGAN KAPAL PT DEWA RUCI AGUNG SURABAYA
Abstrak
Proyek reparasi kapal tentu ada kendala-kendala yang dapat menyebabkan keterlambatan waktu penyelesaian proyek tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan penilaian risiko pada proyek reparasi kapal. Penyebab keterlambatan reparasi kapal yang diperoleh yaitu, Penyebab Keterlambatan Pada Pekerjaan Replating. Penyebab Keterlambatan Pada Pekerjaan Pengecetan, Penyebab Keterlambatan Pada Pekerjaan Perpipaan, Penyebab Keterlambatan Pada Pekerjaan Engine Room. Analisa yang akan dilakukan penulis menggunakan metode Fishbone Diagram dan Failure Mode And Effects Analysis. Hasil dari Fishbone Diagram berupa Analisa penyebab keterlambatan waktu proyek reparasi kapal. Sedangkan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) menghasilkan skor dari masing- masing mode kegagalan yang menjadi penyebab keterlambatan waktu proyek reparasi kapal. Kemudian dilakukan perhitungan Risk Priority Number (RPN) untuk mendapatkan peringkat dari mode kegagalan dominan atau kritis yang akan diberikan tindakan khusus untuk mengurangi terlambatnya waktu pengerjaan proyek. Dari hasil analisa dengan metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) diperoleh mode kegagalan dominan berdasarkan RPN (Risk Priority Number) untuk Peralatan Kerja Kurang Lengkap dengan RPN sebesar 0,0767, mitigasi mempersiapkan jumlah alat kerja sebelum dilakukan pekerjaan atau mengadakan rapat sebelum dilakukan pekerjaan untuk menambah alat kerja tambahan, serta melakukan pengawasan rutin untuk mencegah keterlambatan pengerjaan proyek reparasi kapal,untuk bentuk kegagalan terjadinya Perencanaan Pekerjaan Tidak Berjalan Lancar dengan hasil RPN 0,0491, mitigasi Bentuk kegagalan tersebut maka upaya yang dilakukan untuk mencegahnya keterlambatan pekerjaan pada proyek reparasi kapal dengan merencanakan dan membuat reschedule jadwal pekerjaan supaya tidak terjadi overlap dan memperbaiki pekerjaan sesuai standar awal Persiapan Pengecetan badan Kapal Kurang Baik dengan hasil RPN 0,0420, mitigasi dengan cara blasting badan kapal dilakukan dengan baik oleh pihak galangan dan meker dari pabrik pembuat cat, perlunya Menyusun SOP proses blasting dan pengecetan badan kapal, dan keterlibatan QA dan QC dalam pengawasan pencipta proses pengecetan badan kapal secara intensif, dan Peralatan Produksi Kurang Lengkap dengan hasil RPN 0,0470, mitigasi dengan cara menentukan jumlah awal peralatan untuk disesuaikan dengan
kebutuhannya.
Kata Kunci: Fishbone Diagram, Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), Reparasi, Risk Priority Number (RPN)
| S05-3371 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain