TEXT
OPTIMASI POLA TATA TANAM DAN PEMANFAATAN AIR IRIGASI BENDUNGAN SEMANTOK DI NGANJUK
ABSTRAK
Bendungan Semantok di Kabupaten Nganjuk berfungsi sebagai penyedia air irigasi
untuk daerah irigasi seluas ±1.825 ha. Bendungan ini dirancang dengan debit
rencana sebesar 3,54 m3/detik, dengan alokasi debit irigasi sebesar 3,23 m3/detik.
Berdasarkan studi sebelumnya, masih terdapat sisa debit suplesi sebesar 1,3
m3/detik dan 0,70 m3/detik yang belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga
diperlukan optimasi pola tata tanam dan pemanfaatan air irigasi. Penelitian ini
bertujuan untuk menentukan alternatif pola tata tanam berdasarkan varietas
tanaman dan luas areal irigasi yang diairi, serta menganalisis kebutuhan air irigasi
pada daerah irigasi yang dilayani oleh Bendungan Semantok. Metode penelitian
meliputi analisis data curah hujan harian selama 20 tahun, data klimatologi,
perhitungan curah hujan efektif, evapotranspirasi menggunakan metode Penman,
kebutuhan air bersih lahan (Netto Field Requirement), debit andalan metode FJ
Mock, serta analisis neraca air pada kondisi tahun basah, normal, dan kering. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pola tata tanam alternatif berupa padi varietas
unggul dan tanaman palawija, yaitu jagung, kedelai, dan kacang tanah, dengan awal
tanam November II dan Desember I mampu mengoptimalkan pemanfaatan air
irigasi. Luas areal irigasi yang dapat dilayani secara optimal sebesar 1.517,4 ha pada
kondisi eksisting dan meningkat hingga 3.428 ha pada skenario optimasi, dengan
kebutuhan air irigasi yang masih dapat dipenuhi oleh debit andalan Bendungan
Semantok.
Kata kunci: optimasi pola tata tanam, irigasi, debit andalan, evapotranspirasi,
Bendungan Semantok.
| S01-16051 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain