TEXT
ESTIMASI DAN PERBANDINGAN UMUR LAYAN REL MENGGUNAKAN METODE AREA DAN PERJANA PADA WILAYAH DAERAH OPERASI 2 BANDUNG
ABSTRAK
Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung memiliki karakteristik geografis pegunungan dengan banyak lengkungan radius kecil yang meningkatkan risiko keausan rel. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi umur layan rel berdasarkan beban lalu lintas tahunan dan merumuskan perencanaan penggantian rel di wilayah tersebut. Analisis dilakukan dengan mempertimbangkan total tonase yang melintas (passing tonnage) serta menggunakan dua pendekatan perhitungan, yaitu Metode AREA dan Metode PERJANA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Resort Bandung memiliki passing tonnage tertinggi sebesar 18,713 juta ton/tahun (Kelas Jalan II), sedangkan Resort Cibeber dan Cianjur terendah dengan 0,944 juta ton/tahun (Kelas Jalan V). Berdasarkan analisis umur layan, kondisi paling kritis ditemukan pada Resort Padalarang dengan estimasi umur 18,71 tahun (Metode AREA) dan 22,16 tahun (Metode PERJANA). Sebaliknya, estimasi umur terpanjang berada di Resort Cianjur yang mencapai 133,71 tahun. Hasil ini diharapkan menjadi acuan dalam perencanaan pemeliharaan dan penggantian rel yang lebih efektif dan efisien di wilayah Daop 2 Bandung.
Kata Kunci: Umur Layan Rel, Daop 2 Bandung, Metode AREA, Metode PERJANA, Passing Tonnage.
| S01-16191 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain