TEXT
PENILAIAN RISIKO K3 MENGGUNAKAN METODE FMEA PADA PT PERTAMA MINA SUTRA PERKASA JEMBER DI AREA CRUSHING PLAN 1, CRUSHING PLAN 2, QUARRY TAMBANG DAN WORKSHOP
ABSTRAK
Industri pertambangan memiliki tingkat risiko Keselamatan dan Kesehatan
Kerja (K3) yang tinggi, khususnya pada aktivitas operasional di area crushing plant,
quarry dan workshop. Potensi bahaya yang tidak terkelola dengan baik dapat
menyebabkan kecelakaan kerja dan menurunkan produktivitas perusahaan. Oleh
karena itu, diperlukan metode penilaian risiko yang sistematis untuk
mengidentifikasi dan memprioritaskan pengendalian risiko K3. Penelitian ini
bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko K3, serta
memberikan rekomendasi perbaikan sistem manajemen K3 di PT Pertama Mina
Sutra Perkasa Jember. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara,
dokumentasi dan kuesioner. Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)
digunakan untuk menghitung nilai Risk Priority Number (RPN) berdasarkan
parameter severity, occurrence, dan detection. Penentuan prioritas mitigasi
dilakukan menggunakan Diagram Pareto. Hasil penelitian menunjukkan beberapa
potensi bahaya dengan nilai RPN tinggi, antara lain risiko terjatuh dari ketinggian,
terjepit mesin pada unit crushing plant, serta potensi kebakaran panel listrik di area
workshop. Rekomendasi perbaikan meliputi peningkatan pengawasan, kewajiban
penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar, serta pelaksanaan inspeksi
dan perawatan peralatan secara rutin. Penerapan metode FMEA terbukti efektif
dalam mengidentifikasi dan memprioritaskan risiko K3, sehingga dapat
meminimalisir potensi kecelakaan kerja dan meningkatkan keselamatan serta
produktivitas perusahaan.
Kata kunci: Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Industri Pertambangan,
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Penilaian Risiko, Risk Priority Number
(RPN).
| S11-6231 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain