TEXT
PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH KAWAT LAS TERHADAP KUAT LENTUR BALOK BETON
Abstrak
Beton merupakan material konstruksi yang memiliki kuat tekan tinggi, namun memiliki kelemahan
pada kuat lentur. Oleh karena itu, diperlukan inovasi melalui penambahan bahan tertentu untuk
meningkatkan sifat mekanis beton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh
penambahan limbah sisa kawat las terhadap kuat tekan dan kuat lentur balok beton, serta
menentukan persentase optimum yang memberikan hasil terbaik. Metode penelitian yang digunakan
adalah eksperimen dengan variasi penambahan limbah kawat las sebesar 0%, 0,5%, 1%, dan 1,5%
terhadap berat agregat kasar. Benda uji berupa kubus (15x15x15 cm) untuk uji tekan dan balok
(15x15x60 cm) untuk uji lentur, yang diuji pada umur 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
kuat tekan beton normal sebesar 52,45 MPa, meningkat pada variasi 0,5% menjadi 58,23 MPa (naik
11%). Namun, kuat tekan menurun pada variasi 1% sebesar 51,08 MPa (turun 3%) dan 1,5%
sebesar 46,86 MPa (turun 11%). Pada pengujian kuat lentur, beton normal memiliki nilai sebesar
3,7 MPa, sedangkan variasi 0,5% mencapai 4,3 MPa (meningkat 17%), variasi 1% sebesar 4,1 MPa
(meningkat 12%), dan variasi 1,5% sebesar 3,8 MPa (meningkat 2%). Hasil tersebut menunjukkan
bahwa penambahan limbah kawat las mampu meningkatkan kuat lentur balok beton, dengan
persentase optimum pada variasi 0,5% yang menghasilkan nilai kuat lentur tertinggi sebesar 4,3
MPa. Dengan demikian, limbah kawat las berpotensi digunakan sebagai bahan tambah untuk
meningkatkan kinerja beton, khususnya pada aspek kuat lentur.
Kata kunci: bahan tambah, beton, kawat las, kuat lentur, kuat tekan
| S01-16241 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain