TEXT
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PADA PROYEK INFRASTRUKTUR DENGAN MENGGUNAKAN METODE FMEA (STUDI KASUS: WORKS FOR HUNTAP TONDO RAW WATER SUPPLY SYSTEM)
ABSTRAK
Proyek infrastruktur memiliki tingkat kompleksitas tinggi dan rentan terhadap berbagai risiko yang dapat memengaruhi pencapaian tujuan proyek dari aspek waktu, biaya, mutu, maupun keselamatan kerja. Studi kasus pada proyek Works for Huntap Tondo Raw Water Supply System menunjukkan adanya beragam potensi risiko dari segi teknis (keterlambatan menyelesaikan proyek, kecelakaan kerja, dan kualitas material) dan kontraktual (keterlambatan pembayaran dan dokumen tidak jelas) yang perlu dianalisis secara sistematis. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi, menganalisis, dan menentukan prioritas risiko serta merumuskan strategi mitigasi yang tepat. Metode yang digunakan adalah Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), dengan pengumpulan data melalui kuesioner kepada pihak-pihak yang terlibat dalam proyek. Data yang diperoleh diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan nilai Risk Priority Number (RPN) berdasarkan parameter Severity, Occurrence, dan Detection. Hasil penelitian mengidentifikasi 29 risiko, dengan tiga risiko utama yang memiliki nilai RPN tertinggi, yaitu masalah peralatan dan kualitas material (RPN-200), keterlambatan pembayaran (RPN-160), dan komunikasi dan koordinasi yang tidak efisien (RPN =160). Strategi mitigasi yang diusulkan meliputi peningkatan pengawasan kualitas, perbaikan manajemen keuangan dan penguatan koordinasi antar pihak. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan manajemen risiko pada proyek infrastruktur serta menjadi referensi praktis bagi kontraktor dalam mengelola risiko konstruksi.
Kata kunci: FMEA, manajemen risiko, RPN, proyek infrastruktur
| S01-16271 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain