TEXT
PENGARUH PENAMBAHAN KAPUR PADAM DAN CURING TIME TERHADAP UNCONFINED COMPRESSIVE STRENGTH DAN DIRECT SHEAR STRENGTH
ABSTRAK
Tanah lempung yang digunakan dalam penelitian ini termasuk dalam kategori AASHTO A-7-6 dan menurut sistem USCS
dikategorikan sebagai CL. Penelitian ini menggunakan teknik stabilisasi kimiawi dengan penambahan kapur padam
(Ca(OH)2) dan variasi waktu curing untuk mengetahui perubahan nilai kuat tekan bebas (qu), sudut geser dalam, kohesi,
serta besarnya beban yang mampu ditahan tanah pada pengamatan skala box di laboratorium. Pengujian yang digunakan
meliputi uji kuat tekan bebas (UCS), uji kuat geser langsung, serta uji pembebanan pada model tanah skala box berukuran
30 cm × 20 cm × 20 cm dengan plat pembebanan berukuran 10 cm × 10 cm. Kapur padam ditambahkan dengan variasi
kadar 5%, 10%, dan 15% terhadap berat kering tanah, dengan variasi waktu curing 7, 14, 21, dan 30 hari. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kombinasi nilai maksimum diperoleh pada kadar kapur 15% dengan waktu curing 30 hari. Nilai qu
tanah asli sebesar 1,20 kg/cm2 meningkat menjadi 4,99 kg/cm2 (naik 316%) setelah stabilisasi. Sudut geser dalam
meningkat dari 32,21° menjadi 44,16°, sedangkan nilai kohesi menurun dari 0,04 kg/cm2 menjadi 0,10 kg/cm2. Pada uji
pembebanan skala box dengan pengamatan penurunan 50 mm, tanah yang distabilisasi dengan 1 kolom kapur pada
kombinasi optimum mampu menahan beban sebesar 67,37 kg/cm2, meningkat 76% dibandingkan tanah asli yang hanya
menahan 38,23 kg/cm2.
Kata Kunci: stabilisasi tanah lempung; kapur padam; UCS; kuat geser langsung; pembebanan.
| S01-16401 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain