TEXT
RENCANA PENYALIRAN TAMBANG UNTUK PENGOPTIMALAN PRODUKTIFITAS ALAT ANGKUT PADA PIT TAMBANG CV. FAJAR PUTIH KABUPATEN TUBAN JAWA TIMUR
Abstrak
Kegiatan penambangan terbuka sangat dipengaruhi oleh kondisi sistem penyaliran
tambang dan jalan angkut, terutama pada saat musim hujan yang berpotensi
menimbulkan genangan air pada permukaan jalan angkut,yang dapat
meningkatkan nilai rolling resistance (RR), serta menurunkan produktivitas alat
angkut. Penelitian ini dilakukan di CV. Fajar Putih, Kecamatan Bancar, Kabupaten
Tuban, Jawa Timur, dengan tujuan menganalisis besarnya debit limpasan,
mengetahui pengaruh kondisi jalan angkut terhadap kebutuhan rimpull, cycle time,
dan produktivitas alat angkut, serta memberikan rekomendasi sistem penyaliran
yang ideal untuk menunjang kegiatan operasional penambangan. Penelitian ini
menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan juga melakukan pengamatan
dilapangan terhadap cycle time alat angkut pada lokasi IUP operasi produksi serta
pengamatan dan pengukuran terhadap kondisi dimensi jalan angkut pada lokasi
penambangan IUP operasi produksi, serta dilakukan pengolahan terhadap data-data
seperti curah hujan daerah penelitian dan juga beberapa peta pendukung pada
penelitian ini. Hasil penelitian didapatkan bahwa debit limpasan pada daerah
penelitian sebesar 0,13251 m3/detik. Simulasi pertama dengan kondisi RR sebesar
45 lb/ton, 45 lb/ton, dan 50 lb/ton dan dengan dimensi kedalaman aliran (h) 0,5 m,
tinggi jagaan (W) 0,1 m, lebar dasar saluran (b) 0,5 m, kemiringan saluran 60o
menghasilkan produktivitas alat angkut sebesar 57,40 m3/jam. Simulasi kedua
dengan RR sebesar 50 lb/ton, 50 lb/ton, dan 85 lb/ton dan dimensi kedalaman aliran
(h) 0,35 m, tinggi jagaan (W) 0,07 m, lebar dasar saluran (b) 0,25 m, kemiringan
saluran 60o menghasilkan produktivitas sebesar 40,53 m3/jam. Sementara itu,
simulasi ketiga dengan RR sebesar 55 lb/ton, 90 lb/ton, dan 120 lb/ton dan dimensi
kedalaman aliran (h) 0,2 m, tinggi jagaan (W) 0,04 m, lebar dasar saluran (b) 0,2
m, kemiringan saluran 60o menghasilkan kebutuhan rimpull yang lebih besar, serta
produktivitas sebesar 36,98 m3/jam. Berdasarkan hasil evaluasi, simulasi pertama
direkomendasikan sebagai kondisi jalan angkut yang paling optimal karena mampu
mengurangi hambatan gulir, meningkatkan efisiensi operasi pengangkutan,
memperpendek waktu edar alat angkut, serta menghasilkan produktivitas tertinggi/
paling optimal dari ketiga simulasi yang telah dilakukan.
Kata Kunci: Cycle Time; debit limpasan; jalan angkut tambang; rolling resistance,
sistem penyaliran.
| S11-6451 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain