TEXT
PENGARUH PENAMBAHAN MOLASE SEBAGAI RETARDER ALAMI TERHADAP KUAT TEKAN BETON BERBASIS SEMEN PCC
ABSTRAK
konstruksi berkelanjutan adalah pemanfaatan limbah tetes tebu (molasses) dari industri gula sebagai retarder alami pada beton berbasis semen Portland Composite Cement (PCC). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan tetes tebu terhadap waktu ikat, workability, dan kuat tekan beton mutu rencana 25 MPa. Variasi kadar molase yang digunakan adalah 0%, 0,1%, 0,2%, 0,25%, 0,3%, 0,35%, dan 0,4% dari berat semen, diuji pada mortar kubus 5x5x5 cm umur 1, 2, dan 3 hari, kemudian pada beton silinder 15x30 cm umur 7 dan 28 hari, dengan mix desain SNI 03-2834-2000. Hasil menunjukkan penambahan molase memperpanjang waktu ikat awal hingga 52,13% dan waktu ikat akhir hingga 54,55% pada kadar 0,4%, serta meningkatkan nilai slump. Pada umur awal, molase menghambat perkembangan kuat tekan mortar, tetapi pada umur standar terjadi pemulihan kekuatan. Kuat tekan beton 28 hari tertinggi dicapai pada kadar 0,2% sebesar 34,143 MPa (127% terhadap beton normal 26,824 MPa), yang ditetapkan sebagai kadar optimum, sedangkan kadar di atas 0,3% menurunkan kuat tekan hingga di bawah mutu rencana.
Kata kunci: tetes tebu, molase, retarder alami, semen PCC, kuat tekan beton
| S01-16601 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain