TEXT
PENERAPAN MODEL BINOMIAL LOGIT UNTUK MENENTUKAN FAKTOR DOMINAN DALAM PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI RUTE SURABAYA – SEMARANG
ABSTRAK
Rute Surabaya–Semarang merupakan salah satu jalur perjalanan antar kota yang
cukup ramai, dengan Kereta Api Ambarawa Ekspres dan Bus PO Sugeng Rahayu
sebagai dua moda transportasi umum yang banyak digunakan masyarakat.
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja operasional, biaya
operasional kendaraan (BOK), karakteristik pengguna, serta faktor-faktor dominan
yang memengaruhi pemilihan moda transportasi pada rute tersebut. Data primer
dikumpulkan melalui survei lapangan terhadap 200 responden (100 pengguna KA
dan 100 pengguna bus) menggunakan metode Issac dan Michael, kemudian
dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, regresi linear berganda, dan
model Logit Binomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KA Ambarawa
Ekspres unggul pada aspek efisiensi perjalanan dengan waktu tempuh 4,85 jam dan
kecepatan 57,73 km/jam, sedangkan Bus Sugeng Rahayu unggul pada aspek
ketersediaan layanan dengan headway 80,91 menit dan frekuensi 0,75
kendaraan/jam. Dari sisi biaya, BOK bus jauh lebih rendah (Rp56.950/png)
dibandingkan KA (Rp87.702/png), terutama akibat besarnya biaya penyusutan
sarana dan Track Access Charge pada kereta api. Karakteristik pengguna kedua
moda relatif serupa, didominasi usia 21–30 tahun, pendidikan SMA, pegawai
swasta, dan berpendapatan di bawah Rp2.000.000, dengan perbedaan pada jenis
kelamin. Hasil model Logit Binomial menunjukkan tujuh variabel berpengaruh
signifikan terhadap pemilihan moda (R2 = 0,706), dengan lama waktu tempuh
sebagai faktor paling dominan, menghasilkan probabilitas pemilihan kereta api
sebesar 79,3% dan bus 20,7%.
Kata kunci: Model Binomial Logit, Kinerja Operasional, Biaya Operasional
Kendaraan, Kereta Api, Bus.
| S01-16661 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain