TEXT
PRA PERANCANGAN PABRIK DIMETIL ETER DARI GAS ALAM DENGAN PROSES GAS SINTESIS
ABSTRAK
Dimetil Eter merupakan senyawa eter paling sederhana yang memiliki
karakteristik fisik mirip dengan LPG, sehingga dapat diaplikasikan sebagai bahan bakar
substitusi langsung (direct substitute) maupun campuran (blending), senyawa ini
berbentuk gas tak berwarna dengan kemurnian 99% sampai 99,9% dengan rumus
molekul yaitu C2H6O. Kebutuhan pasar lokal terhadap dimetil eter diprediksi sebesar
80.000 ton pada tahun 2030. Hal ini dapat dijadikan peluang untuk pembangunan
pabrik dimetil eter di Indonesia untuk mengurangi impor. Proses pembuatan
dimetil eter menggunakan direct process dibagi menjadi 3 tahap, meliputi tahap
syngas generation, tahap dimetil eter synthesis, dan tahap dimetil eter separation dan
liquefaction. Tahap proses syngas generation gas alam pada kondisi 1 atm 30°C
sebagai bahan baku produksi dimetil eter ditampung dan disimpan pada storage
selanjutnya dialirkan menuju furnace untuk direaksikan dengan steam pada suhu 800°C.
Syngas berupa CO dan H2 hasil reaksi pada furnace didinginkan menjadi 260°C.
Syngas selanjutnya dialirkan menuju reaktor dengan menaikkan tekanannya dari 1
atm menjadi 10 atm. Tahap dimetil eter synthesis syngas dengan suhu 260°C
memasuki reaktor fixed bed menggunakan katalis bifungsional. Reaksi yang
terjadi pada reaktor masih menghasilkan gas CO2, sehingga perlu dilakukan
proses pemisahan dan pemurnian produk dimetil eter.Tahap separation dan
liquefaction gas hasil reaktor pada suhu 260°C dengan tekanan 10 atm
didinginkan terlebih dulu sebelum memasuki absorber. Absorber berfungsi untuk
memisahkan gas CO2 hasil reaksi pada reaktor dengan menggunakan larutan
NaOH. Gas condensable seperti air, methanol, dan dimetil eter selanjutnya
dipisahkan dari gas non condensable dengan separator. Gas non condensable akan
keluar menjadi gas stack, sedangkan gas condensable akan dialirkan menuju
kolom distilasi. Kolom distilasi bertujuan untuk memisahkan produk dimetil eter
dengan air. Dimetil eter memiliki kemurnian 99,9% sebagai produk distilat,
sedangkan air akan menjadi produk bawah. Proses dengan bahan baku gas alam dipilih
karena menguntungkan baik dari segi energi, ekonomi dan produk yang dihasilkan.
Berdasarkan perhitungan ekonomi diperoleh bahwa lama pengembalian modal yaitu
2,5 tahun setelah pabrik didirikan. Laju pengembalian modal sebesar 41% per tahun
dan titik impas sebesar 20,69%. Berdasarkan analisa ekonomi tersebut maka pabrik
dimetil eter dengan bahan baku gas alam layak untuk didirikan.
Kata Kunci : Gas Alam, Gas Sintesis, Dimetil Eter
| S08-4631 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain