TEXT
PRA PERANCANGAN PABRIK TEPUNG GLUKOMANAN DARI CHIP UMBI PORANG
ABSTRAK
Akhir tahun 2019, budidaya tumbuhan porang mulai dipandang oleh masyarakat Indonesia. Umbi porang tumbuh liar di daerah tropis dan sub-tropis. Tumbuhan ini banyak dimanfaatkan ke banyak sektor terutama sektor pangan. Chip porang memiliki kandungan khusus yang membuat chip tersebut berbeda dengan chip dari umbi-umbi lainnya yaitu kandungan glukomanan. Glukomanan dapat dimanfaatkan ke banyak sektor juga seperti Food and beverage, obat-obatan, bahan aditif, dan masih banyak lagi. Chip porang yang sudah diolah menjadi tepung porang kasar mengandung glukomannan sebesar 49-60%, pati sebesar 10-30%, serat kasar sebesar 2-5%, protein sebesar 5-14%, dan lemak serta vitamin yang rendah. Sementara standar penggunaan tepung porang untuk bahan pangan, glukomannan yang terkandung harus sebesar minimal 80%. Manfaat dari glukomanan sendiri adalah mengurangi kolestrol darah, ramah untuk orang yang memiliki diabetes dan untuk makanan diet, memperlambat pengosongan perut. Tepung glukomanan ini memiliki banyak sekali manfaat lainnya tetapi masih sedikit produsen di Indonesia yang memproduksi tepung glukomanan ini yaitu hanya 2 perusahaan yang memproduksi tepung glukomanan dengan kemurnian diatas 80% atau foodgrade.
Pra Perancangan Pabrik Tepung Glukomanan dari Chip Porang (Amorphophallus Oncophyllus) ini direncanakan mulai beroperasi tahun 2028 dengan kapasitas produksi 2.000 ton/tahun. Lokasi pabrik ini tepatnya berada di Desa Ngadirejo, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Kabupaten nganjuk memiliki ketersediaan bahan baku sekitar 30.600 ton/tahun dan memiliki luas lahan 759 Hektar. Dalam pemenuhan kapasitas tahunan, pabrik akan beroperasi kontinyu selama 24 jam per hari selama 330 hari. Dengan bahan baku sebesar 893 kg/jam dapat menghasilkan produk sebesar 252,525 kg/jam. Proses produksi dari umbi porang menjadi tepung glukomanan ini terbagi menjadi 3 tahapan proses.
Pra Perancangan Pabrik Tepung Glukomanan dari Chip Porang ini dirancang sebagai perusahaan yang berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT) dengan sistem organisasi dan staff. Dalam pembentukan pabrik dengan kapasitas produksi 2.000 ton/tahun ini, diperlukan modal investasi sebesar Rp. 341.561.656.790 dan total biaya produksi sebesar Rp. 1.173.305.290.759 dengan estimasi hasil penjualan sebesar Rp. 1.329.998.670 per tahun. Estimasi umur pabrik ini diperkirakan hingga 10 tahun dengan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 30,9%, Pay Out Time (POT) selama 3,24 tahun, dan Breakeven Point (BEP) sebesar 39,32%.
Kata Kunci: Chip porang, Tepung porang, Glukomanan
| S08-4701 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain