TEXT
PEMETAAN KUALITAS AIR SUNGAI DESA GISIK CEMANDI AKIBAT CEMARAN LIMBAH TAMBAK BANDENG MENGGUNAKAN SOFTWARE QGIS
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas air Sungai Desa Gisik
Cemandi akibat limbah tambak bandeng, menentukan status mutu air dengan
metode Indeks Pencemaran, serta memetakan pencemar menggunakan QGIS.
Penelitian dilakukan pada enam titik sampling yang mewakili bagian hulu, area
tambak sebagai sumber pencemar, muara sungai, wilayah pesisir, hingga laut lepas
pada bulan Januari hingga Maret 2026. Parameter yang dianalisis meliputi BOD,
nitrogen total, dan fosfor total sebagai indikator pencemaran organik dan nutrien
dari aktivitas budidaya tambak. Hasil pengukuran kemudian dibandingkan dengan
baku mutu yang berlaku untuk menentukan tingkat pencemaran air sungai
menggunakan metode Indeks Pencemaran. Selanjutnya, data spasial titik sampling
dan hasil analisis kualitas air diolah menggunakan QGIS untuk menggambarkan
pola adanya pencemar dari wilayah tambak menuju muara sungai.
Sungai Gisik Cemandi memiliki pH 6,79 – 6,92, nitrogen total 0,75 – 8,75
mg/L, fosfor total 0,04 – 0,66 mg/L, dan BOD 2,50 – 13,50 mg/L; konsentrasi
tertinggi tercatat di titik 3 (muara) dengan nitrogen 8,75 mg/L, BOD 13,50 mg/L,
dan fosfor 0,66 mg/L. Status mutu berdasarkan Indeks Pencemaran menunjukkan
titik 1–5 tergolong tercemar ringan, sedangkan titik 6 memenuhi baku mutu.
Pemetaan QGIS memperlihatkan bahwa pH, BOD, nitrogen, dan fosfor meningkat
menuju muara lalu menurun ke perairan pesisir dan laut lepas. Hasil penelitian
diharapkan dapat menunjukkan pengaruh limbah tambak terhadap penurunan
kualitas air sungai serta memberikan gambaran zona-zona yang paling terdampak
pencemaran. Informasi ini dapat menjadi dasar dalam pengelolaan kualitas air dan
pengendalian limbah tambak di wilayah pesisir Desa Gisik Cemandi.
Kata kunci : BOD, nitrogen total, fosfor total, Indeks Pencemaran, QGIS
| S09-4571 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain