TEXT
PENENTUAN STATUS MUTU AIR SUB DAS KALI MADIUN MENGGUNAKAN METODE INDENS PENCEMARAN
ABSTRAK
Penurunan kualitas air di badan air permukaan seperti Sub DAS Kali Madiun rentan
terjadi akibat tekanan aktivitas antropogenik dari ragam penggunaan lahan di sekitarnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi status mutu air di Sub DAS Kali Madiun
menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP), serta menganalisis pengaruh variabel tata
guna lahan terhadap fluktuasi kualitas air. Pengambilan sampel (grab sampling) dilakukan
pada musim kemarau di 9 titik pengamatan yang mewakili segmen hulu, tengah, dan hilir
sungai. Pengujian kualitas air mencakup parameter fisika, kimia, dan biologi yang
kemudian dibandingkan dengan baku mutu air sungai Kelas III berdasarkan Lampiran VI
Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021. Selanjutnya, hubungan persentase tata guna
lahan dengan indeks kualitas air dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas parameter fisika dan kimia masih
memenuhi ambang batas, namun parameter mikrobiologi berupa Fecal coliform
melampaui baku mutu di seluruh titik, dan Total coliform melebihi batas di lima titik
pengamatan, yang mengindikasikan tingginya kontaminasi limbah domestik. Secara
keseluruhan, status mutu air Sub DAS Kali Madiun berada dalam kondisi yang
memprihatinkan, yakni status per titik berdasarkan Indeks Pencemaran (Kepmen LH No.
115 Tahun 2003) didominasi kategori cemar ringan (66,67%), dengan dua titik (P2 dan P5)
tergolong cemar berat. Setelah ditransformasikan menjadi Nilai Indeks Kualitas Air (IKA)
berbasis metode IP (PermenLHK No. 27 Tahun 2021), diperoleh nilai sebesar 43,33 yang
tergolong dalam kategori "Kurang". Analisis korelasi menunjukkan bahwa dominasi lahan
produktif, khususnya kawasan permukiman padat dan sawah irigasi, cenderung berasosiasi
dengan penurunan kualitas air. Hasil korelasi menunjukkan bahwa seluruh jenis
penggunaan lahan produktif, termasuk hutan, justru berkorelasi positif dengan nilai IP,
sedangkan hanya lahan alami non-budidaya yang berkorelasi negatif dan berperan sebagai
penyangga ekologis, meskipun seluruh korelasi tidak signifikan secara statistik.
Perbandingan data hasil penelitian tunggal dengan data deret waktu sekunder pada segmen
tengah menunjukkan variabilitas temporal yang signifikan (Nilai IKA 36,67 vs 54,00),
yang turut dipengaruhi oleh perbedaan tahapan pengujian mikrobiologi antar laboratorium,
menegaskan pentingnya pemantauan berkala dan konsistensi metode uji.
Kata kunci : Kualitas Air, Indeks Pencemaran, Penggunaan Lahan
| S09-4641 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain