TEXT
PENYISIHAN MIKROPLASTIK PADA AIR BAKU MENGGUNAKAN BIOKOAGULAN BIJI ASAM JAWA (TAMARINDUS INDICA)
ABSTRAK
Kali Jagir Surabaya merupakan salah satu sumber air baku yang tercemar
mikroplastik akibat tingginya aktivitas antropogenik di sepanjang alirannya.
Penelitian ini bertujuan mengkaji efisiensi biokoagulan alami biji asam jawa
(Tamarindus Indica) dalam menyisihkan mikroplastik dari air baku Kali Jagir
Surabaya serta menganalisis pengaruh variasi dosis dan kecepatan pengadukan
terhadap kinerja penyisihannya. Penyisihan dilakukan melalui proses koagulasi–
flokulasi (jar test) skala laboratorium menggunakan ekstrak biji asam jawa dengan
pelarut NaCl 0,5 M, pada dosis 40, 120, dan 160 mg/L serta dua kombinasi
kecepatan pengadukan, yaitu 120/20 rpm dan 150/25 rpm. Mikroplastik
diidentifikasi berdasarkan bentuk, warna, dan ukuran, serta dianalisis melalui FTIR,
uji zeta potensial, dan ANOVA Two-Way. Efisiensi penyisihan tertinggi pada dosis
40 mg/L dengan pengadukan 120/20 rpm sebesar 77%. Mikroplastik yang tersisa
seluruhnya berbentuk serat (fiber), sedangkan film dan fragmen tersisihkan
sepenuhnya. Hasil FTIR menunjukkan polimer dominan HDPE tanpa perubahan
gugus fungsi, dan zeta potensial bergeser dari −17,60 mV menjadi −14,68 mV,
menandakan penyisihan berlangsung secara fisik melalui adsorpsi dan
pembentukan jembatan antarpartikel. Berdasarkan uji ANOVA Two-Way, variasi
dosis (p=0,266), kecepatan pengadukan (p=0,175), maupun interaksinya (p=0,454)
tidak berpengaruh signifikan. Meskipun lebih rendah dibandingkan tawas (89–
94%), biji asam jawa tetap berpotensi sebagai koagulan alternatif yang ramah
lingkungan.
Kata kunci: Biji asam jawa, Kali Jagir, Mikroplastik, Tamarindus Indica
| S09-4671 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain