TEXT
ANALISIS PENGGUNAAN KAPUR TOHOR PADA PENGOLAHAN AIR ASAM TAMBANG DI PT X, KALIMANTAN TIMUR
ABSTRAK
Air Asam Tambang (AAT) merupakan salah satu permasalahan lingkungan
utama pada aktivitas pertambangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
penambahan kapur tohor dalam mengolah AAT di PT X Kalimantan Timur,
menentukan dosis terbaik kapur, serta menganalisis ekonominya berdasarkan Peraturan
Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor 02 Tahun 2011. Penelitian ini dilakukan
pada skala laboratorium menggunakan metode jar test dengan menguji dua konsentrasi
larutan kapur (15 mg/mL dan 25 mg/mL) pada variasi volume 1-7 mL per 1.000 mL
sampel AAT. Parameter yang dianalisis meliputi pH, Total Suspended Solids (TSS),
dan Mangan (Mn).
Hasil pengujian awal air pada inlet yaitu pH 4,96, TSS 64 mg/L, dan Mn 3,96
mg/L. Hasil pengujian jar test membuktikan bahwa penambahan kapur tohor mampu
meningkatkan nilai pH 6,46-8,74, Menurunkan TSS hingga 3 mg/L serta menurunkan
kadar Mn hingga 3,007 mg/L. Dosis terbaik yang diperoleh adalah sebesar 0,075
mg/mL. Berdasarkan analisis ekonomi dengan rata-rata debit air masuk sebesar
13.797,389 m3/hari, kebutuhan kapur harian pada dosis terbaik adalah 1.034,048
kg/hari. Dengan harga kapur Rp2.750/kg, estimasi biaya penggunaan kapur sebesar
Rp2.845.711 per hari, Rp85.371.343 per bulan, atau Rp1.039.396.109 per tahun. Hasil
penelitian ini menyimpulkan bahwa penetapan dosis terbaik kapur tohor sangat efektif
dalam memenuhi baku mutu lingkungan sekaligus menekan biaya operasional.
Kata Kunci : Air Asam Tambang, Kapur Tohor, Larutan Kapur
| S09-4681 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain