TEXT
PERBANDINGAN EKSTRAK KULIT MANGROVE (AVICENNIA ALBA) DAN BIJI KELOR (MOLINGA OLEIFERA) SEBAGAI KOAGULAN ALAMI DALAM PENGOLAHAN AIR LIMBAH PENCUCIAN IKAN
ABSTRAK
Air limbah pencucian ikan mengandung bahan organik dan padatan tersuspensi
yang tinggi sehingga berpotensi mencemari lingkungan apabila dibuang tanpa
pengolahan. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengurangi kandungan
pencemar tersebut adalah koagulasi-flokulasi menggunakan koagulan alami.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik awal air limbah pencucian
ikan, menguji kemampuan koagulan kulit batang mangrove (Avicennia alba) dalam
menurunkan parameter TSS, BOD, dan kekeruhan, serta membandingkannya
dengan koagulan biji kelor (Moringa oleifera). Penelitian dilakukan menggunakan
metode jar test dengan variasi dosis koagulan 360 mg/L, 420 mg/L, dan 480 mg/L
serta dua variasi kondisi pengadukan. Parameter yang dianalisis meliputi TSS,
BOD, pH, dan kekeruhan. Hasil pengujian awal menunjukkan bahwa air limbah
memiliki karakteristik TSS sebesar 398 mg/L, BOD sebesar 1507 mg/L, pH 7,1,
dan kekeruhan 305 NTU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit batang
mangrove mampu menurunkan parameter pencemar dengan kondisi terbaik pada
dosis 420 mg/L menggunakan pengadukan cepat 180 rpm selama 3 menit dan
pengadukan lambat 40 rpm selama 25 menit. Pada kondisi tersebut diperoleh
efisiensi removal kekeruhan sebesar 67,87%. Namun, hasil perbandingan
menunjukkan bahwa biji kelor memiliki kemampuan penyisihan yang lebih tinggi
dengan efisiensi removal kekeruhan mencapai 79,02%. Dengan demikian, ekstrak
kulit batang mangrove memiliki potensi sebagai koagulan alami alternatif yang
ramah lingkungan, meskipun kemampuan penurunannya masih berada di bawah
biji kelor dalam menurunkan parameter pencemar air limbah pencucian ikan.
Kata kunci : Air Limbah Pencucian Ikan, Koagulan Alami, Kulit Batang
Mangrove, Biji Kelor, Koagulasi-Flokulasi.
| S09-4691 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain