TEXT
ANALISIS IKLIM KERJA PANAS DAN FAKTOR INDIVIDU TERHADAP RESIKO TERJADINYA HEAT STREES PADA PEKERJA KONSTRUKSI PROYEK REVITALISASI PASAR INDUK BANYUWANGI
ABSTRAK
Perubahan iklim menjadi salah satu tantangan global yang memberikan dampak
signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk sektor konstruksi. Pekerja
konstruksi berisiko mengalami heat stress akibat paparan iklim kerja dan aktivitas
fisik yang tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan iklim kerja yang
meliputi suhu udara, kelembapan udara, dan kecepatan angin, serta faktor individu
yang meliputi beban kerja dan status hidrasi terhadap keluhan heat stress pada
pekerja konstruksi Proyek Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi. Penelitian
menggunakan desain cross-sectional dengan 178 responden. Data dikumpulkan
menggunakan Environment Meter, Borg Rating of Perceived Exertion (RPE),
Armstrong Urine Color Chart, dan Heat Strain Score Index (HSSI), kemudian
dianalisis menggunakan uji Rank Spearman. Hasil menunjukkan suhu udara (p =
0,159), kelembapan udara (p=0,165), dan kecepatan angin (p=0,280) tidak
berhubungan secara signifikam dengan heat stress. Sedangkan beban kerja
(p=0,009) dan status hidrasi (0,007) berhubungan secara signifikan dengan heat
stress.
Kata kunci: beban kerja, heat stress, iklim kerja, status hidrasi
| S09-4731 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain