TEXT
KAJIAN WAKTU SATURASI BIOADSORBEN ECENG GONDOK (EICHHORNIA CRASSIPES) PADA PROSES PENGOLAHAN GREYWATER
Abstrak
Air limbah domestik (greywater) merupakan salah satu sumber pencemar lingkungan yang umumnya masih
mengandung bahan organik, padatan tersuspensi, dan senyawa nitrogen yang melebihi baku mutu sehingga
memerlukan pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
karakteristik awal air limbah domestik Rusunawa Penjaringan Sari, mengevaluasi efektivitas bioadsorben karbon
aktif eceng gondok (Eichhornia crassipes) dalam menurunkan kadar BOD, TSS, dan amoniak, serta menentukan
waktu saturasi bioadsorben pada proses adsorpsi. Penelitian dilakukan menggunakan metode adsorpsi sistem
kontinu (fixed-bed column) dengan membandingkan bioadsorben karbon aktif eceng gondok (KEC) dan karbon
aktif batok kelapa (KBK) yang diaktivasi menggunakan ZnCl2. Variasi ukuran partikel yang digunakan yaitu 60
mesh dan 30 mesh dengan tinggi media adsorben 10 cm dan debit aliran 0,05 L/menit. Sampel air limbah diambil
dari Rusunawa Penjaringan Sari Surabaya dan dianalisis pada interval waktu 45 menit selama 180 menit. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa karakteristik awal air limbah memiliki konsentrasi BOD sebesar 62 mg/L, TSS
sebesar 47 mg/L, dan amoniak sebesar 22 mg/L. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa bioadsorben karbon
aktif eceng gondok memiliki kinerja adsorpsi yang lebih baik dibandingkan karbon aktif batok kelapa pada seluruh
parameter yang diuji, terutama pada ukuran partikel 60 mesh. Kondisi optimum diperoleh pada penggunaan
bioadsorben eceng gondok ukuran 60 mesh dengan efisiensi penyisihan tertinggi pada waktu kontak 45 menit,
yaitu sebesar 53,23% untuk BOD, 97,87% untuk TSS, dan 63,64% untuk amoniak. Analisis kurva terobosan
(breakthrough curve) menunjukkan bahwa kemampuan adsorpsi menurun seiring bertambahnya waktu operasi
akibat berkurangnya jumlah situs aktif bioadsorben. Pemodelan kinetika menunjukkan bahwa model Yoon–
Nelson memberikan kecocokan terbaik pada parameter BOD dengan nilai R2 sebesar 0,9640, sedangkan model
Thomas memberikan kecocokan terbaik pada parameter amoniak dengan nilai R2 sebesar 0,9371. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa karbon aktif eceng gondok berpotensi digunakan sebagai bioadsorben alternatif yang lebih
efektif dibandingkan karbon aktif batok kelapa serta ramah lingkungan dalam pengolahan air limbah domestik.
Kata kunci: Eceng gondok; Adsorpsi kontinu; Greywater; Karbon aktif; Waktu saturasi.
| S09-4741 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain