TEXT
ANALISIS SISTEM PENYALIRAN TAMBANG PADA PENAMBANGAN TERBUKA PT. TOHA BATU PALU
ABSTRAK
Sistem penyaliran tambang merupakan salah satu komponen penting dalam kegiatan penambangan terbuka karena berfungsi mengendalikan aliran air hujan dan air limpasan permukaan agar tidak mengganggu aktivitas operasional. Sistem drainase yang tidak dirancang dengan kapasitas yang memadai dapat mengakibatkan genangan air, erosi lereng, kerusakan jalan angkut, sedimentasi saluran, serta menurunkan efisiensi dan produktivitas penambangan. Oleh karena itu, evaluasi terhadap kapasitas saluran drainase menjadi langkah penting untuk menjamin kelancaran kegiatan penambangan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung debit limpasan yang masuk ke area penambangan, mengevaluasi kemampuan saluran drainase eksisting dalam mengalirkan debit tersebut, serta memberikan rekomendasi teknis guna meningkatkan efektivitas sistem penyaliran pada penambangan terbuka PT. Tohs Batu Pala. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Analisis hidrologi dilakukan menggunakan Distribusi Gumbel untuk menentukan curah hujan rencana, Persamaan Mononobe untuk menghitung intensitas hujan, dan Metode Rasional untuk menghitung debit limpasan. Selanjutnya, analisis hidraulika dilakukan menggunakan Persamaan Manning untuk menentukan kapasitas saluran drainase eksisting. Data yang digunakan meliputi data curah hujan periode 2016-2025, data topografi, luas daerah tangkapan hujan (catchment area), serta hasil pengukuran dimensi saluran di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas hujan rencana sebesar 192,565 mm/jam dengan luas daerah tangkapan hujan 55 ha (0,55 km) dan koefisien limpasan 0,90 menghasilkan debit limpasan maksimum sebesar 26,50 m3/detik. Sementara itu, kapasitas saluran drainase eksisting berdasarkan Persamaan Manning hanya sebesar 6,18 m/detik sehingga belum mampu menampung debit limpasan yang terjadi. Selisih kapasitas sebesar 20,32 m/detik menunjukkan bahwa saluran drainase berpotensi menyebabkan genangan yang dapat menghambat operasional tambang. Oleh karena itu, direkomendasikan pembesaran dimensi saluran, normalisasi saluran secara berkala, serta perkuatan dinding saluran menggunakan pasangan batu atau beton guna meningkatkan kapasitas aliran, mengurangi risiko kerusakan akibat erosi, dan menjaga keberlangsungan operasional penambangan secara aman dan efektif.
Kata kunci: debit limpasan, drainase tambang Metode Rasional, penambangan terbuka, Persamaan Manning, sistem penyaliran tambang
| S11-6501 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain