TEXT
EVALUASI KEBERHASILAN REVEGETASI DENGAN METODE BIOMULSA, HYDROSEEDING DAN SUPRIDING SOIL DI AREA DP7 REKLAMASI TAMBANG TEMBAGA DI PT. BATUTUA KHARISMA PERMAI KABUPATEN MALUKU BARAT DAYA PROVINSI MALUKU
ABSTRAK
Penelitian ini mengevaluasi efektivitas tiga metode revegetasi (biomulsa, hydroseeding, dan supreding soil) pada lahan pascatambang tembaga di area DP7 PT. Batutua Kharisma Permai, Pulau Wetar, Maluku Barat Daya, dengan penilaian mengacu pada Keputusan Mentri ESDM Nomor 1827/30/MEM Tahun 2018 dan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.60/ Menhut-11 Tahun 2009 melalui mengukur parameter pertumbuhan tanaman (Presentase hidup, tinggi, diameter batang, dan tanjuk) serta menganalisis sifat fisik-kimia tanah guna menentuka metode terbaik dalam memulihkan fungsi ekologis lahan yang terdegradasi. Hasil peneliyian menunjukan bahwa metode biomulsa memberikan kinerja paling unggul dengan tingkat kelangsungan hidup tanaman mencapai 100%, serta pertumbuhan tinggi, diameter batang, dan tanjuk tertinggi masing-masing sebesar 177,5 cm, 4,42 cm, dan 188,0 cm, didukung oleh kualitas tanah terbaik (pH 5,10, C-organik 1,24%, N-total 850mg/kg, KTK 24,0 meg/100gr, dan kadar air 10,5%). Metode hydroseeding berada di posisi kedua dengan dengan survival rate 74,47% dan pertumbuhan sedang namun memiliki keterbatasan dalam perbaikan kualitas tanah karna kandungan C-organik yang rendah (0,24%) dan pH sangat masam (4,11). Sementara itu, metode supreding soil menunjukan performa terendah dengan survival rate 72,42% dan pertumbuhan paling lambat, akibat kondisi tanah sangat masam (pH 3,85), toksisitas aluminium tinggi (2,85 meg/100gr), serta kapasitas tukar kation yang sangat rendah (7,15 meg/100gr) yang disebabkan oleh degradasi topsoil selama penyimpanan. Dengan demikian, biomulsa terbukti paling efektif karna mampu memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah secara simultan, melindungi permukaan tanah, serta menciptakan kondisi mikroklimatik yang stabil bagi pertumbuhan tanaman, sehingga direkomendasikan sebagai prioritas utama dalam program revegetasi lahan pascatambang dengan karakteristik tanah masam, berbatu, dan rentan terhadap pembentukan air asam tambang.
Kata Kunci: Revegetasi, Biomulsa, Hydroseeding, Supreding Soil, Reklamasi Tambang, Tembaga Wetar Survival Rate
| S11-6521 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain