TEXT
ANALISIS KESTABILAN LERENG PADA TAMBANG TANAH LIAT TELOGOWARU PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) TBK, KABUPATEN TUBAN, PROVINSI JAWA TIMUR
ABSTRAK
Lereng tambang terbuka pada kuari tanah liat Telogowaru perlu dirancang stabil dan efisien
karena perbedaan geometri aktual dan rencana dapat memengaruhi keselamatan serta
produktivitas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kestabilan lereng eksisting,
menentukan geometri lereng rekomendasi yang aman dan efisien, serta menganalisis
pengaruh kondisi air terhadap nilai faktor keamanan. Data dikumpulkan melalui observasi
lapangan, pengukuran geometri lereng, pengambilan sampel tanah pada tiga titik, dan
pengujian sifat fisik serta mekanik. Parameter yang digunakan meliputi berat isi rata-rata
15,43 kN/m3, kohesi rata-rata 33,11 kPa, dan sudut geser dalam rata-rata 20,87°. Analisis
dilakukan menggunakan kriteria keruntuhan Mohr-Coulomb, metode Bishop Simplified dan
Fellenius, simulasi probabilistik Monte Carlo, serta pemodelan Rocscience Slide 6.0 pada
kondisi kering dan jenuh. Hasil analisis menunjukkan lereng eksisting overall slope setinggi 6
m dengan sudut 22° berada pada kondisi stabil; pada kondisi aktual diperoleh FK 4,309
(Bishop) dan 4,139 (Fellenius), seluruhnya dengan probabilitas kelongsoran 0%. Evaluasi
enam skenario rekomendasi menunjukkan sudut bench 25° sampai 45° memenuhi kriteria
pada kondisi jenuh, sedangkan sudut 50° tidak aman. Geometri paling efisien yang tetap
aman pada kondisi jenuh adalah sudut bench 45°, sudut overall slope 37°, tinggi overall 6 m,
lebar bench 2 m, dan tinggi tiap bench 3 m, dengan FK 1,359 (Bishop) dan (Fellenius) 1,419
dengan probabilitas kelongsoran 0%. Keberadaan air terbukti menurunkan FK dan
meningkatkan probabilitas kelongsoran sehingga pengendalian air perlu menjadi bagian dari
desain lereng.
Kata kunci: faktor keamanan, geometri lereng, kestabilan lereng, probabilitas kelongsoran,
tanah liat.
| S11-6781 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain