TEXT
EVALUASI EKSISTING SPAM DAN PROYEKSI PEMENUHAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM BERKELANJUTAN DI IKK PARENGGEAN KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR
ABSTRAK
Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang layak, aman, dan berkelanjutan
merupakan kebutuhan dasar yang krusial seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas
sosial-ekonomi di Ibu Kota Kecamatan (IKK) Parenggean, Kabupaten Kotawaringin
Timur. Saat ini, infrastruktur air minum di wilayah tersebut masih belum memadai karena
keterbatasan cakupan layanan, kondisi jaringan distribusi yang belum optimal, serta
ketergantungan pada sumber air baku yang terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi kondisi eksisting SPAM dan memproyeksikan pemenuhan sistem
penyediaan air minum yang berkelanjutan di IKK Parenggean untuk jangka waktu proyeksi
20 tahun ke depan.
Evaluasi dan proyeksi keberlanjutan dalam penelitian ini ditinjau dari tiga aspek
utama, yaitu aspek teknis, ekonomi, dan sosial. Pada aspek teknis, pengkajian meliputi
cakupan pelayanan eksisting, kapasitas produksi, kualitas air baku, jaringan perpipaan,
proyeksi kebutuhan air domestik dan non-domestik, serta simulasi hidrolis jaringan
distribusi menggunakan perangkat lunak EPANET. Pada aspek ekonomi, analisis
difokuskan pada kelayakan investasi melalui parameter Net Present Value (NPV) dan
Internal Rate of Return (RR), kesesuaian tarif baru, serta analisis Willingness to Pay (WTP)
dan Ability to Pay (ATP) masyarakat. Pada aspek sosial, kajian diarahkan pada kebutuhan
nyata, penerimaan masyarakat terhadap sistem SPAM baru, serta dampak peningkatan
layanan. Dari aspek teknis, sistem ini diproyeksikan mampu melayani kebutuhan air bersih
hingga tahun 2045 dengan target pelayanan mencapai 18.707 jiwa (4.677 unit SR).
Dari aspek ekonomi, nilai Kemampuan Membayar (Ability to Pay/ATP) masyarakat
berada di angka Rp 7.000/ m3 namun nilai Kemauan Membayar (Willingness to Pay/WTP)
aktual mayoritas warga berada di rentang Rp 3.000 hingga Rp 5.000/ m3
. Untuk menjamin
cost recovery pengelola sekaligus keterjangkauan pelanggan, direkomendasikan penetapan
tarif dasar air minum pada rentang Rp 4.500 hingga Rp 5.000/ m3
. Dari aspek sosial dan
lingkungan, pembangunan SPAM ini sangat mendesak mengingat 71% warga rutin
mengalami krisis air saat kemarau dan 36% responden melaporkan adanya anggota
keluarga yang menderita penyakit berbasis air. Tingkat penerimaan masyarakat
(community acceptance) terhadap proyek ini sangat tinggi, yakni mencapai 85% warga
yang menyatakan bersedia berlangganan.
Kata Kunci: EPANET, IKK Parenggean, Kebutuhan Air, Perencanaan, SPAM
Berkelanjutan dari segi Aspek Ekonomi dan Sosial.
| T20-761 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain