TEXT
POTENSI EFISIENSI ENERGI SISTEM PEMOMPAAN PADA INSTALASI PENGOLAHAN AIR PERUMDA TIRTA MEGILAN KABUPATEN LAMONGAN
ABSTRAK
Potensi Efisiensi Energi Sistem Pemompaan Pada Instalasi
Pengolahan Air Perumda Tirta Megilan Kabupaten Lamongan
Sistem pemompaan merupakan komponen utama dalam operasional penyediaan air
minum, sehingga biaya kelistrikan dapat mencapai 25–40% dari total biaya operasional
PDAM. Perumda Tirta Megilan Kabupaten Lamongan mengoperasikan tiga instalasi
pengolahan air (IPA Babat, IPA Plosowahyu, dan WTP Waduk Gondang) yang
seluruhnya mengandalkan sistem pemompaan tanpa memanfaatkan aliran gravitasi,
sehingga keberlangsungan operasional sangat dipengaruhi oleh ketersediaan dan biaya
energi listrik. Penelitian ini bertujuan menganalisis profil penggunaan energi listrik pada
unit produksi, mengevaluasi nilai Specific Energy Consumption (SEC), merumuskan
alternatif peningkatan efisiensi energi, serta menghitung potensi penghematan biaya
listrik yang dapat dicapai.
Penelitian dilakukan pada IPA Babat dan IPA Plosowahyu sebagai unit dengan
kontribusi produksi dan daya pompa terpasang terbesar, menggunakan purposive
sampling terhadap peralatan yang paling relevan dengan tujuan penelitian. Data primer
diperoleh melalui pengukuran parameter listrik, hidrolik, dan mekanik di lapangan,
sedangkan data sekunder berupa nameplate peralatan, tagihan listrik, dan data operasional
historis. Analisis dilakukan melalui perhitungan SEC (E/V), analisis skenario
konservatif–tengah–optimistis, serta analisis kelayakan ekonomi berupa NPV, IRR, dan
simple payback period.
Hasil penelitian menunjukkan biaya listrik langsung Perumda Tirta Megilan pada
2025 mencapai Rp9,73 miliar, meningkat 4,06% dari tahun sebelumnya, dengan
penggunaan energi terbesar pada kegiatan pengolahan air (66,36%). Retrofit/penggantian
pompa distribusi IPA Babat nomor 3 menjadi prioritas utama (NPV Rp2,393 miliar; IRR
133,8%; BCA 8,03), diikuti pemasangan Variable Speed Drive (VSD) pada pompa intake
IPA Plosowahyu (NPV Rp648,1 juta; IRR 37,4%; BCA 2,43), serta program penurunan
Non-Revenue Water (NRW) menuju 15%. Total potensi penghematan biaya listrik
diperkirakan sebesar Rp991,3 juta–Rp1,80 miliar per tahun atau sekitar 10,2%–18,5%
dari biaya listrik 2025.
Kata kunci: Efisiensi Energi, Sistem Pemompaan, Specific Energy
Consumption, Instalasi Pengolahan Air, Perumda Tirta Megilan
| T20-781 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain