TEXT
ANALISIS TINGKAT AIR TAK BERKENING (NON REVENUE WATER) PADA PELAYANAN AIR MINUM DI PERUMDA TIRTA MEGILAN KABUPATEN LAMONGAN
ABSTRAK
Air minum merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang penyediaannya dituntut berkualitas, berkelanjutan, dan efisien. Salah satu tantangan utama dalam pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) adalah tingginya angka Non-Revenue Water (NRW) atau Air Tak Berekening (ATR), yaitu selisih antara volume air yang diproduksi dengan volume air yang berhasil ditagihkan kepeda pelanggan Perumda Tirta Megilan Kabupaten Lamongan, sebagai penyelenggara SPAM perpipoan di Kabupaten Lamongan, tercatat memiliki capaian NRW sebesar 24,35% pada tahun 2024, masih di atas target internal perusahaan sebesar 22%, meskipun berada di bawah ambang batas nasional sebesar 25%
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil infrastruktur eksisting, menganalisis tingkat NRW menggunakan metode Neraca Air (Water Balance) dan Infrastructure Leakage Index (ILI), merumuskan strategi penurunan NRW yang efektif dan efisien, serta menganalisis pengaruh NRW terhadap potensi kehilangan pendapatan perusahaan. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan pengumpulan data primer (wawancara dan survei lapangan) serta data sekunder (laporan produksi, data billing, peta jaringan pipa, dan laporan pengaduan pelanggan) tahun 2025
Hasil penelitian menunjukkan bahwa total NRW pada tahun 2025 sebesar 23,32%, terdiri atas kehilangan air fisik sebesar 19,49% (1.907.970 m) dan kehilangan air non-fisik sebesar 3,83% (375.357 m). Nilai ILI yang diperoleh sebesar 11,04, menempatkan sistem distribusi pada Kategori C (kinerja sedang) dengan tingkat kebocoran 100-200 liner/sambunganhari. Analisis akar penyebab menggunakan Diagram Fishbone dengan pendekatan 6M (Man, Method, Material, Machine, Measurement, Environment) mengidentifikasi bahwa faktor dominan penyebab kebocoran fisik meliputi usia pipa yang tua, belum optimalnya penerapan District Metered Ares (DMA), serta keterbatasan program Active Leakage Control.
Strategi penurunan NRW yang direkomendasikan mengacu pada empat pilar IWA, yaitu Active Leakage Control, Pressure Management, Speed & Quality of Repair, dan Pipeline & Asset Management, dengan target menurunkan kebocoran fisik dari 19,49% menjadi 14,12% guna mencapai Kategori B. Dari sisi finansial, tingkat NRW tahun 2025 mengakibatkan potensi kehilangan pendapatan perusahaan sebesar Rp5.751 801.906,- per tahun, yang terdiri atas nilai kehilangan air fisik sebesar Rp2.768.464.470,- dan kehilangan air non-fisik sebesar Rp2.983.337 436,-. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar evaluasi kinerja serta acuan penyusunan program pengendalian NRW yang terukur bagi Perumda Tirta Megilan Kabupaten Lamongan
Kata Kunci: Non-Revenue Water, Neraca Air, Infrastructure Leakage Index, Root Cause Analysis, Diagram Fishbone, Perunda Tirta Megilan
| T20-791 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain