TEXT
PERANCANGAN DAN PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN DENGAN MEMBANDINGKAN BALANCED SCORECARD, PERFORMANCE PRISM DAN SSPC (SINK'S SEVEN PERFORMANCE CRITERIA) (STUDI KASUS: STUDIO TOHA - JAKARTA)
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan merancang dan membandingkan sistem pengukuran kinerja pada Studio Toha Jakarta menggunakan pendekatan Balanced Scorecard (BSC), Performance Prism (PP), dan Sink's Seven Performance Criteria (SSPC). Penelitian dilatarbelakangi oleh belum adanya sistem pengukuran kinerja yang mampu mengevaluasi aspek keuangan maupun nonkeuangan secara komprehensif pada perusahaan jasa penyewaan studio kreatif. Tahapan penelitian diawali dengan analisis SWOT dan Matriks TOWS untuk merumuskan sasaran strategis, dilanjutkan dengan penyusunan Key Performance Indicator (KPI). pembobotan menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) melalui perangkat lunak Expert Choice 11, serta perancangan sistem pengukuran kinerja pada masing-masing metode. Penelitian menghasilkan 12 sasaran strategis dan 65 KPI, yang terdiri atas 21 KPI Balanced Scorecard, 22 KPI Performance Prism, dan 22 KPI Sink's Seven Performance Criteria, Seluruh hasil pembobotan memenuhi persyaratan konsistensi AHP dengan Consistency Ratio (CR) berada pada kisaran 0,01-0,06, sedangkan pada SSPC seluruh Inconsistency Ratio berada di bawah 0,10, sehingga bobot yang dihasilkan dinyatakan valid untuk digunakan sebagai dasar pengukuran kinerja. Pada Balanced Scorecard, indikator prioritas tertinggi adalah Tingkat Okupansi Studio dengan bobot 0,555 pada perspektif keuangan. Pada Performance Prism, indikator Customer Satisfaction Score (CSAT) memperoleh bobot tertinggi sebesar 0,309 pada perspektif stakeholder satisfaction, sedangkan pada SSPC indikator Retention Rate Pelanggan Utama/Korporasi memperoleh bobot tertinggi sebesar 0,327 pada perspektif effectiveness. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga metode memiliki fokus pengukuran yang berbeda, yaitu Balanced Scorecard berorientasi pada pencapaian strategi organisasi, Performance Prism berorientasi pada kebutuhan dan kontribusi seluruh stakeholder, sedangkan SSPC menekankan keseimbangan aspek efektivitas, efisiensi, kualitas, produktivitas, inovasi, kualitas kehidupan kerja, dan profitabilitas. Berdasarkan hasil perbandingan, Performance Prism dinilai paling sesuai diterapkan pada Studio Toha Jakarta karena mampu memberikan sistem pengukuran Kinerja yang lebih komprehensif melalui integrasi kebutuhan stakeholder, strategi proses, dan kapabilitas organisasi sehingga mendukung peningkatan daya saing perusahaan jasa kreatif.
Kata kunci: Balanced Scorecard, Performance Prism, Sink's Seven Performance Criteria, Analytical Hierarchy Process, Key Performance Indicator, Pengukuran Kinerja.
| T21-971 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain