TEXT
PENGGUNAAN METODE RELIABILITY, AVAILABILITY, MAINTAINBILITY AND SAFETY (RAMS) DAN RISK BASED MAINTENANTE (RBM) UNTUK MENGANALISIS DAN MERUMUSKAN STRATEGI MENGURANGI POTENSI KEGAGALAN TURBOMACHINERY LAPANGAN GAS PT. XYZ
ABSTRAK
Keandalan unit turbomachinery_ merupakan penentu utama ketersediaan pasokan gas pada fasilitas Gas Processing Facility (GPF). Lapangan gas PT XYZ mengalami 43 kejadian unplanned shutdown turbomachinery dalam tiga tahun pertama operasi komersial (Januari 2023-Desember 2025) dengan total Loss Production Opportunity (LPO) sebesar USD 22.997.986. Penelitian ini bertujuan menganalisis profil keandalan seluruh unit turbomachinery, mengidentifikasi komponen berisiko tertinggi beserta akar masalah sistemiknya, dan merumuskan strategi pengurangan potensi kegagalan yang terukur. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-method yang mengintegrasikan metode Reliability, Availability, Maintainability and Safety (RAMS), Risk-Based Maintenance (RBM) berbasis Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)-Risk Priority Number (RPN) dan Action Priority (AP) Matrix AIAG-VDA 2019, serta validasi kualitatif melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan teknik Nominal Group Technique (NGT) yang melibatkan tujuh praktisi lapangan. Hasil kalkulasi RAMS dari 26.280 jam operasional menunjukkan GTC Propylene Compressor Unit 234 sebagal unit paling kritis dengan Availability 98,84%, MTBF 1.298,77 jam, dan 20 kejadian kegagalan. Analisis terintegrasi antara data historis dan Service Report vendor mengungkap bahwa 15 dari 20 kegagalan Unit 234 (75%) bersumber dari satu akar masalah sistemik, yaitu grounding system yang tidak memadai sejak commissioning 2021 dan menghasilkan ghost voltage 110 VAC pemicu false signal pada sistem kontrol PLC. LPO dari 15 kegagalan tersebut mencapal USD 14.371.382, setara 62,5% dari total LPO turbomachinery. FMEA mengidentifikasi sistem kontrol UCP/PLC sebagai komponen risiko tertinggi (RPN 448, APH). Validasi empiris data post-corrective maintenance menunjukkan penurunan failure rate Unit 234 sebesar 68,8% dalam 13 bulan (dari 0,739 menjadi 0,231 kejadian/bulan). Rekomendasi puncak berupa perbaikan total grounding diklasifikasikan sebagai tindakan eliminasi-kendali tertinggi dalam hlerarchy of controls-yang berpotensi mengonsolidasikan penurunan kegagalan secara permanen.
Kata kunci: RAMS, Risk-Based Maintenance, FMEA-RPN,
turbomachinery
| T21-1001 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain