TEXT
IMPLEMENTASI METODE ABC ANALYSIS CLASS-BASED STORAGE SYSTEM DAN TIME-DRIVEN ACTIVITY-BASED MANAGEMENT UNTUK OPTIMASI WAREHOUSE MANAGEMENT SYSTEM (STUDI KASUS: PT AHAS)
ABSTRAK
Penelitian dilakukan di PT AHS, sebuah perusahaan manufaktur garam
food-grade yang menggunakan teknologi reverse osmosis dengan
kapasitas produksi 23 ton per jam atau 500 ton per hari. Gudang Finished
Goods pabrik memiliki kapasitas 1.752 ton. Oleh karena itu, gudang hanya
dapat menampung persediaan untuk sekitar tiga hari sehingga sangat
rentan terhadap kelebihan kapasitas (overcapacity). Studi ini bertujuan
untuk mengevaluasi efektivitas kombinasi antara ABC Analysis Class-
Based Storage and Time-Driven Activity-Based Management (TDABM)
dalam optimalisasi gudang. Analisis ABC dan Class-Based Storage
mengklasifikasikan produk ke dalam kategori fast-moving, medium-
moving, dan slow-moving berdasarkan throughput, yang kemudian
digunakan untuk merancang tata letak penyimpanan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa 18% kategori produk dalam kelas medium-moving
dan slow-moving harus dipindahkan ke gudang eksternal jika kapasitas
gudang pabrik telah terisi 71%, dengan toleransi penyimpanan sebesar
hasil produksi satu hari. Dimana produk medium-moving dan slow-moving
dipindah ke gudang eksternal dengan Break-Even Point tercapai pada
1,75 kali perputaran stok. Sementara itu, TDABM digunakan untuk
menganalisis waktu dan biaya aktivitas operasional, sehingga diperoleh
nilai Capacity Cost Rate (CCR) untuk aktivitas gudang sebesar
Rp772,67/menit dengan total biaya penanganan sebesar Rp6.791,77 per
palet. Ditemukan adanya bottleneck pada proses penerimaan barang
yang berpotensi menimbulkan Unused Capacity Cost sebesar
Rp119.507.843 per tahun. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan 11
Key Performace Indicator (KPI) WMS terintegrasi yang mencakup efisiensi
waktu siklus, manajemen ruang, pengendalian biaya, dan pemanfaatan
sumber daya 4M. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi tata letak
berbasis spasial dan akuntansi biaya TDABM terbukti efektif
meningkatkan transparansi operasional, mengeliminasi pemborosan
kapasitas, serta memberikan blueprint strategis bagi digitalisasi
pergudangan.
Kata kunci : garam, reverse osmosis, inventory turnover, ABC analysis,
class-based storage system, time-driven activity based
management, warehouse management system
| T21-1071 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain